Selasa, 10 November 2020

Pantai Congot / Jetis

 


Hari Ahad, 22 Robiulawal 1442 H bertepatan 8 November 2020 jamaah Mushola Baitul Hikmah mengadakan rekreasi ke  Gua Jatijajar dan Pantai Congot di desa Jetis kecamatan Nusawungu lebih dikenal dengan Pantai Jetis. Kami memilih Gua Jatijajar dan Pantai Jetis ini karena lokasinya berdekatan dan jarak tempuh tidak begitu jauh,  sehingga bisa dua lokasi sekaligus.

Pantai Jetis merupakan deretan terakhir pantai Selatan Kabupaten Cilacap yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen, termasuk obyek wisata yang baru dikembangkan. Pantai Jetis lebih tepat dijadikan obyek wisata terakhir sebelum pulang karena cocok untuk kuliner dan belanja oleh-oleh khas. Disitu terdapat Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) dimana kita bisa membeli ikan segar yang baru ditangkap dengan harga relative murah sekaligus tempat memasak ikan segar yang  kami beli.  Kita bisa menikmati berbagai makanan laut yang kita pilih sendiri dan sekaligus dimasak dan disantap disitu.



Ada pula pedagang telur asin yang harganya sangat murah jika dibanding dengan harga ditempat lain. Disini satu butir telur asin diual dengan harga Rp 2500 padahal di Ajibarang harganya minimal Rp 3000 bahkan kalau diwarung makan sampai Rp 4000. Ada juga berbagai jenis buah semangka  yang baru dipetik dari kebun dijajakan disepanjang jalan dipantai itu dengan harga yang cukup murah.  Pada saat musim petai disini juga banyak penjual petai yang bagus-bagus dan murah. Pantai jetis bisa menjadi tujuan wisata kuliner yang cukup menarik.



Selain  wisata kuliner pantai Jetis juga memiliki pesona wisata yang lain. Ada pantai yang cukup luas dan landai aman untuk bermain anak – anak. Ada pula fasilitas berkuda, motor pantai arena selfie, disediakan juga kolam renang anak-anak dan tempat bermain. Hanya dengan merogoh kocek Rp 10.000 kita juga bisa menyusuri hutan bakau dengan perahu mesin sampai ke jembatan penghubung kabupaten Cilacap - Kebumen dan berhenti di tempat pelelangan ikan.



Disepanjang tepian pantai banyak warung-warung yang menyediakan makanan khas banyumas yang  mak nyus. Tersedia kelapa muda original, pecel, mendoan yang lengkap dengan lombok cengisnya, kacang rebus, baso, soto, rujak bebek dan makanan lain serta aneka minuman hangat maupun dingin yang siap  disantap sambil menikmati semilir angin pantai sambil memandang keindahan laut Selatan.  


 

Setelah puas menikmati kuliner dan keindahan pantai Jetis  dengan segala pesonanya kita bisa meninggalkan pantai dengan sejuta kenangan kenikmatanya. Banyak pula pedagang ikan asin dan souvenir yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Pantai Jetis. Ternyata berwisata ke pantai tidak harus pergi ke tempat yang jauh sampai ke luar negeri. Pantai Selatan perbatasan kabupaten Cilacap dan Kebumen ini ternyata menyimpan kecantikan yang bisa dinikmati oleh warga Banyumas bahkan dari daerah lain.

Jumat, 16 Oktober 2020

TUGU GADA RUJAK POLO

 

Selasa, 13 Oktober 2020

TUGU GADA RUJAK POLO

 


Siang ini saya mengantar istri rapid test di Stasiun Kereta Api Purwokerto karena nanti malam istriku akan berangkat ke Jakarta menggunakan kereta Bima eksekutif. Tujuan akhir adalah Bogor jadi naik kereta turun di stasiun Gambir kemudian ada yang menjemput dan mengantarkanya ke Bogor. Perjalanan seperti ini bukanlah kali yang pertama bahkan sudah sangat sering hanya dimasa covid 19 baru kali ini bepergian menggunakan kereta api dan harus rapid test.

Pukul 09.30 kami berangkat dari rumah berboncengan sepeda motor menuju stasiun kereta api Purwokerto. Setelah bertanya tentang lokasi rapid test ternyata diujung utara dekat pintu masuk kendaraan. Istriku harus menjalani serangkaian prosedur rapid test kemudian menunggu hasilnya untuk beberapa waktu. Setelah hasil test keluar dan dinyatakan non reaktif kamipun segera meninggalkan area stasiun.

Awalnya  kami sempat bingung mau terus pulang masih terlalu pagi dan sudah menempuh perjalanan sedemikian rupa sayang kalua langsung pulang. Akhirnya diputuskan mampir sebentar di tugu gada rujakpolo sekedar berfoto lalu singgah di café under pass minum kopi. Aku segera memacu motor pelahan menuju tugu rujakpolo yang hanya berjarak 100 meter dari stasiun.



Sampai di dekat tugu gada rujakpolo aku memarkir motorku depan kios seberang jalan  sedang tutup karena bukanya sore sampai malam. Situasi jalanan kebetulan tidak begitu ramai, lalu lalang kendaraan tidak begitu padat sehingga untuk pemotretan tidak begitu terganggu dengan lewatnya kendaraan. Kami dengan leluasa melakukan pemotretan dengan beberapa angle sekedar untuk kenang-kenangan di medsos.


Tugu Gada Rukapolo ini memiliki konsep satu gada berada di tengah dan dikelilingi delapan kudi. Kudi ini melambangkan delapan penjuru mata angin. Gada rujakpolo merupakan senjata tokoh pewayangan Werkudara. Diharapkan, tugu ini menjadi simbol untuk mencapai tujuan, akal dan pikiran senantiasa digunakan.

Pustakawan Dinarpusda Banyumas, Fuad Zein Arifin menjelaskan literasi mengenai Tugu tersebut. Tugu Gada Rujak Polo tercantum dalam lambang daerah Kabupaten Banyumas. “Gada Rujak Polo merupakan senjata dari tokoh werkudoro dalam cerita pewayangan yang melambangkan watak satria, jujur dan berani,” ujarnya. Tugu tersebut juga melambangkan agar setiap tindakan yang dilakukan harus selalu menggunakan akal, pikiran dan nalar.

“Sebagaimana tokoh pahlawan dari Banyumas, seperti Jendral Soedirman, Gatot Subroto, R. Suprapto, dan masih banyak lagi,” imbuhnya. Buku literasi mengenai Gada Rujak Polo tersedia di Perpustakaan Daerah Banyumas.“Rekan-rekan yang ingin tau lebih lanjut bisa membaca buku “Banyumas Wisata dan Budaya”. Di perpustakaan Dinas Arpusda Banyumas tersedia,” katanya.

Selesai berfoto kami lanjutkan perjalanan menuju café under pass yang hanya berjarak beberapa meter disebelah barat.  Café under pass adalah sebuah café yang terletak tepat diatas under pass sebelah barat. Tempatnya sangat strategis untuk view under pass secara keseluruhan juga bisa memandang keindahan dan kegagahan gunung Slamet yang menjulang diarah utara. Selain bisa melihat lalu llang kendarn yang melewati under pass juga bisa melihat dengan jelas keluar masuknya kereta api dari Stasiun Purwokerto. Dari sana juga kita bisa melihat dengan jelas tugu Gada Rujakpolo.


Rencananya kami mau ngopi sambil menikmati arus lalu lintas under pas yang tampak indah dari lokasi café sekaligus berfoto selfie. Sayangnya café masih tutup karena masih terlalu pagi sedangkan café buka sore sampai malam. Kamipun melanjutkan perjalanan dan mampir ke  café “Jegangan” di Cilongok untuk makan siang sebelum pulang ke rumah.

Kamis, 15 Oktober 2020

WARUNG JEGANGAN

 

WARUNG JEGANGAN

 

Walaupun labelnya warung sebenarnya adalah sebuah kafe atau rumah makan bergaya tradisional. Terletak di kota kecamatan Cilongok, tepatnya dari Masjid depan kantor kecamatan masuk keutara sekitar 300 meter disebelah kiri jalan. Tempatnya dekat kota tapi bernuansa alam pedesaan yang jauh dari keramaian suara kendaraan bermotor. Jalanan yang halus dan lebar dapat dilalui kendaraan roda empat tanpa khawatir jika berpapasan.

Ada beberapa gubug dengan nama yang sesuai model duduknya yaitu Jagongan, slonjoran, jegangan, lesehan. Jika memilih gubug jagongan yang artinya disitu ada meja kuno dan kursi bamboo tradsional untuk duduk.  Slonjoran berarti beralaskan tikar tanpa kursi dan meja sehingga kita bisa duduk slonjor (menjulurkan kaki) dengan leluasa. Jegangan berarti duduk dengan mengangkat satu kaki (jegang) tempatnya hamper sama dengan slonjoran dan lesehan yaitu tanpa meja dan kursi.



Suasana tempat ini adalah alam terbuka gubug berlantai tanah dan batu dengan halaman dan jalan  rumput yang menghubungkan satu gubug dengan gubug lainya. Suasana sekitar adalah layaknya hutan yaitu ada pohon-pohon besar sehingga suasana teduh dan sejuk jauh dari kesan panas.

Menu yang disediakan disitu menu tradisional jawa dengan satuan porsi. Satu porsinya berisi nasi satu cething, kluban dengan kombinasi sayuran, rontak-rantek dan kecombrang, sayur oseng buncis/ cipir/ jaket/ welok/ kacang Panjang/ kangkong (yang berbeda tiap harinya), oseng tempe, tahu goreng, tempe lagis, ayam goreng,ikan asin, peyek udang dan tidak ketinggalan sambel satu cobek / ciri.



Fasilitas minum satu teko batik kuno teh lengkap dengan cangkir batik model kuno. Semua menu disajikan dalam sebuah tampah dan untuk tiap jenis makanan disajikan dengan wajan kecil beralaskan daun pisang sehingga tampak unik dan natural. Untuk camilan harus pesan terpisah, tersedia mendoan dan pisang goreng panas. Tersedia pula wedang uwuh, kopi, es teh, es jeruk yang juga pesanan terpisah. Satu porsi yang mampu membuat perut kita kekenyangan cukup dengan membayar Rp 30.000.



Kesejukan tempat, suasana tenang jauh dari kebisingan kendaraan dan nuansa tradisional yang membuat warung “Jegangan” ini mempunyai ciri khas tersendiri dan menjadi daya tarik penggemar kuliner warga Banyumas dan sekitarnya. Tempat ini paling pas untuk menjamu makan siang kolega, teman, saudara, teman kantor, bahkan untuk membicarakan hal penting dengan mitra. Banyak keluarga datang sekedar makan siang bersama sambil mengenang suasana dan menu masa lalu yang sulit didapatkan di tempat lain.

Selasa, 07 Juli 2020

CURUG SONG



Perkembagan teknologi informasi mengubah perilaku generasi masa lalu dan masa kini. Salah satu hobby yang tumbuh mengiringi kemajuan teknologi ini adalah foto selfi. Ketika bersama dengan orang tertentu atau berada ditempat baru dan istimewa pasti tidak  ketinggalan foto selfie sebagai bukti mereka pernah berada disana. Aktifitas foto selfie ini berimbas pada perkembangan sector pariwisata yaitu munculnya obyek wisata baru bagaikan cendawan dimusim gugur.

Salah satu destinasi wisata yang sedang menggeliat di Kabupaten Banyumas adalah Curug Song. Curug Song terletak di grumbul Kali Otong desa Kalisalak Kecamatan Kebasen. Bisa diakses dari alun-alun  Banyumas naik kearah barat sampai desa Binangun belok kiri menurun sepanjang hutan pinus sampai ke lokasi. Jika dari arah Purwokerto keselatan sampai Patikraja belok kiri menyeberangi jembatan Merah Putih sungai Serayu menuju Kebasen perempatan pasar belok kiri sampai lokasi. Bisa juga menyeberangi bendung gerak Serayu belok kanan sampai Kebasen, akan tetapi  untuk menyeberang hanya bisa  ditempuh dengan kendaraan roda dua.

Jalan menuju lokasi Curug Song bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Kondisi jalan beraspal cukup baik hanya saja jika dari arah Binangun kondisi jalan agak rusak bahkan pada turunan menjelang lokasi rusak parah. Jika ditempuh dari desa Binangun sepanjang jalan melewati hutan pinus yang indah dan banyak lokasi foto selfie di atas bukit dengan latar belakang yang indah.

Potensi wisata desa Kalisalak  memanfaatkan hutan pinus dan air terjun sebagai daya tarik masyarakat terutama kalangan muda-mudi yang sedang haus bagaimana dirinya meng-selfie-kan dirinya. Antusias warganya dalam mengelola curug song ini memang terbukti dengan berbagai fasilitas wisatanya. Biaya yang murah, hanya membayar parkir sebesar Rp 2.000 dan HTM Rp 3.000 kalian bisa menikmati indahnya alam di sisi Banyumas ini. 

Fasilitas pendukung yang disediakan diantaranya sepeda air, flying fox, berkuda, kebun binatang mini, ruang bermain anak, gazebo, selfie deck yang menyerupai perahu dengan background curug Song, dan lain-lain. Tempat parkir cukup luas menampung banyak kendaraan dikelilingi kantin yang menawarkan kuliner khas Banyumas yaitu pecel dan mendoan dengan harga yang cukup murah berjejer sepanjang lokasi wisata,

Karena masih dalam proses berbenah maka masih banyak kendaraan pengangkut materil berlalu lalang. Meskipun demikian antusias warga mengunjungi lokasi wisata ini cukup tinggi terbukti dengan ramainya pengunjung terutama saat liburan. Sementara pengunjung lokasi wisata curug Song masih didominasi wisatawan local. Akan tetapi tidak mustahil akan berkembang jika publikasi digencarkan dan Fasilitas yang disediakan semakin ditingkatkan.

Senin, 29 Juni 2020

KUPAT TAHU



Salah satu kuliner asli Indonesia ini cukup digemari masyarakat. Walaupun sudah muncul makanan pendatang dari negeri lain yang sudah merambah kuliner kita akan tetapi kupat tahu masih bisa bertahan bahkan berani bersaing. Bagi para vegetarian makanan ini sangat cocok karena semua bahan dan bumbu berasal dari tumbuhan  tanpa unsur hewani.

Dulu kupat tahu dijual oleh pedagang kaki lima atau gerobak dorong biasanya buka waktu sore hingga malam hari. Dalam perkembanganya kupat tahu sudah dijual di kios permanen bahkan  menjadi menu khas rumah makan dan café. Bahkan ada rumah makan terkenal yang menggunakan brand kupat tahu. Kita dapat menikmati kuliner ini setiap waktu tidak hanya sore atau malam saja.

Sesuai dengan namanya kupat tahu, bahan dasar makanan ini terdiri dari kupat (ketupat) yang dipotong-potong kecil dicampur tahu juga dipotong seukuran potongan ketupat. Selain itu ditambah irisan daun kol dan timun serta krupuk. Kemudian disiram bumbu kacang yang dikombinasikan dengan kecap ditaburi bawang goreng. Di daerah-daerah tertentu mungkin ada sedikit perbedaan dan variasi akan tetapi tetap tidak mengubah karakter dasar kuliner ini.

Mengenai rasa jangan ditanya, karena kupat tahu memiliki rasa khas yang nikmat dan segar. Bagi penggemar rasa pedas makanan ini dapat dijadikan ajang adu nyali tingkat kepedasan. Kupat tahu termasuk makanan sehat rendah kolesterol karena bahan dasar sayuranya mentah dan segar. Siapa yang belum pernah mencoba kuliner yang satu ini sungguh teramat rugi. Cobalah sekali dijamin ingin mengulangi berkali-kali.

RUJAK ULEG



Rujak uleg adalah kuliner asli warga Banyumas juga bangsa Indonesia umumnya. Rujak uleg adalah makanan favorit terutama bagi kaum wanita. Apalagi wanita hamil yang sedang ngidam rujak menjadi menu yang sangat dirindukan. Tidak jarang seorang suami yang istrinya ngidam rujak harus berkeliling berbagai tempat mencari penjual rujak uleg yang sudah semakin langka.

Diebut rujak uleg karena cara membuatnya diuleg dengan alat yang disebut ciri dan munthu. Didaerah Banyumas dikenal dua macam rujak uleg yaitu rujak mentah dan rujang mateng. Keduanya sama proses pembuatanya dan bumbunya. Yang membedakan adalah rujak mentah berarti bahan dasarnya mentah alias tidak dimasak sedang rujak mateng berarti bahan dasarny sayur yang sudah dimasak alias mateng.

Rujak mentah yaitu rujak dengan bahan dasar buah yang diiris tipis lalu diuleg bersama bumbu rujak. Tidak semua buah cocok dibuat rujak. Biasanya buah yang bisa dibuat rujak adalah timun, bengkoang, ubi jalar, nanas, mangga muda (pakel), kedondong, jambu air. Bisa dibayangkan rasa segar buah yang dicampur bumbu rujak dijamin bikin ngiler. Rujak buah ini lebih bersifat camilan atau hidangan cuci mulut.

Rujak mateng berarti bahan dasarnya sayuran yang sudah direbus atau dikukus yang dipotong kemudian diuleg bersama bumbu rujak. Pada rujak mateng biasanya ditambah ketupat, tahu goreng yang dipotong sedang ditambah krupuk atau mireng. Rujak sayur yang lengkap dengan ketupat dan tahu dan mireng disebut rujak kupat. Rujak kupat ini bisa dikatakan menu  makan karena terdiri ketupat sebagai pengganti nasi dengan lauk tahu, krupuk dan sayur.

Cara membuat rujak uleg sangat sederhana. Alatnya hanya ciri, munthu, pisau. Ciri adalah tempat menguleg yang dibuat dari batu dibentuk pipih layaknya sebuah piring tebal. Munthu adalah alat untuk menguleg atau menggerus yang juga terbuat dari batu gunung yang keras yang dibentuk agak memanjang sebagai pegangan. Pisau digunakan untuk mengiris buah atau sayur.

Cara membuatnya, bumbu ditaruh di ciri yaitu cabai sesuai selera, garam secukupnya, bawang sedikit, kencur sedikit, trasi sedikit, kacang tanah yang sudah digoreng dan gula jawa secukupnya. Semua bahan tersebut diuleg sampai lembut kemudian tambahkan air asam agar bumbu tidak terlalu padat dan mudah bercampur dengan bahan rujak. Setelah bumbu rujak siap tinggal masukan irisan buah atau sayur dan diuleg secara pelahan agar bumbu dan rujak bercampur secara merata. Letakan rujak dalam piring dialasi daun pisang. Rujak siap dinikmati.

Selasa, 02 Juni 2020

TUMPENG



Tumpeng berasal dari sebuah singkatan ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti tersendiri. Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, ‘yen metu kudu mempeng’ berarti ‘ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat.’
Tumpeng sering dijadikan hidangan seremonial dalam suatu perayaan yang memiliki makna ucapan syukur ataupun kebahagiaan. Sebab, makna tumpeng sendiri adalah baik, yakni ketika terlahir manusia harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, yakin, fokus, dan tidak mudah putus asa. Pada awalnya tumpeng berbentuk kerucut, namun seiring perkembangan jaman bentuknya sesuai moment yang diadakan ada yang bulat, bentuk hati, bentuk rumah, mobil dan lainya sesuai hajat orang yang mengadakan syukuran.

Umumnya, proses pemotongan  nasi tumpeng diawali dengan menguraikan terlebih dahulu makna perayaan dari pemotongan tumpeng, berdoa ucapan syukur, selanjutnya nasi tumpeng dipotong dan diserahkan untuk orang yang dihormati sebagai wujud penghormatan, barulah setelah itu nasi tumpeng disantap bersama-sama.
Ternyata dalam penyajian nasi tumpeng biasanya dilengkapi dengan 7 macam lauk-pauk. 7 dalam bahasa Jawa berarti pitu. Angka pitu berarti pitulungan (pertolongan).  Makna dari 7 macam lauk-pauk yang biasa disajikan dalam tumpeng:
1. Nasi putih
Dahulu, nasi tumpeng biasanya dibuat dari nasi putih. Meski saat ini tumpeng sudah memiliki variasi tertentu, mulai dari nasi uduk hingga nasi kuning. Nasi putih  melambangkan sesuatu yang kita makan harusnya berasal dari sumber yang bersih dan halal.
2. Ayam
Ayam yang biasa digunakan pada nasi tumpeng adalah ayam jantan atau ayam jago. Pemilihan ayam jago juga mempunyai makna menghindari sifat-sifat buruk ayam jago, seperti sombong, congkak, selalu menyela ketika berbicara, dan selalu merasa benar sendiri.
3. Ikan Lele
Tak hanya ayam, sebenarnya nasi tumpeng juga dilengkapi dengan ikan lele, namun banyak orang  mengganti  jenis ikan lain, karena bentuk ikan lele yang kurang begitu menarik. Ikan lele menjadi simbol dari ketabahan dan keuletan dalam hidup. Sebab ikan lele mampu bertahan hidup di air yang tidak mengalir dan di dasar sungai.
4. Ikan teri
Ikan teri juga biasa disajikan dalam hidangan nasi tumpeng. Ikan teri dalam nasi tumpeng memiliki makna kebersamaan dan kerukunan, sebab ikan teri selalu hidup bergerombol di dalam laut.
 5. Telur
Telur juga menjadi perlambang jika manusia diciptakan dengan fitrah yang sama. Telur yang digunakan adalah telur rebus  dipindang dan disajikan dengan kulitnya. Untuk memakannya harus mengupas terlebih dahulu. Hal ini melambangkan, bahwa semua tindakan harus direncanakan terlebih dahulu (dikupas), dikerjakan sesuai rencana dan dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

6. Sayur Urab
Selain lauk pauk, pelengkap lainnya yang tidak boleh tertinggal adalah sayur urab atau kluban dalam bahasa Banyumas. Biasanya terdiri dari kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, dengan bumbu urab yang terbuat dari sambal parutan kelapa.
Sayuran ini melambangkan banyak makna, Kangkung berarti jinangkung yang berarti melindungi. Bayam dapat diartikan dengan ayem tentrem. Taoge atau kecambah berarti tumbuh. Kacang panjang dapat diartikan sebagai pemikiran yang jauh ke depan. Sedangkan bawang merah diartikan mempertimbangan segala sesuatu dengan matang baik buruknya. Dan yang terakhir adalah bumbu urap berarti urip atau hidup atau mampu menghidupi (menafkahi) keluarga
7. Cabe Merah
Hiasan cabe merah yang berbentuk kelopak bunga ini biasanya diletakkan di bagian atas nasi tumpeng. Hiasan cabe ini melembangkan api yang memberikan penerangan yang bermanfaat bagi orang lain.

Begitulah cara orang jaman dulu memberikan pelajaran yaitu dengan symbol-simbol. Metode ini adalah metode dakwah yang paling tepat saat itu. Saat ini tumpeng hanya sebagai seremonial pada perayaan tertentu dengan bentuk yang sudah bervariasi dan lauknyapun sesuai dengan jaman kekinian. Bahkan tumpeng sudah tergantikan dengan kue tart dengan bentuk dan variasi yang lebih canggih.